Biasanya postingan terbaru akan ditampilkan dihalaman utama blog. Namun jika postingan kamu terlalu panjang maka hal tersebut akan membuat penuh halaman utama. Jika kamu ingin supaya postingan kamu yang ditampilkan dihalaman utama cuma abstraksinya saja kemudian ada sebuah link Read More / Baca Selengkapnya untuk melihat selengkapnya maka ikutilah langkah-langkah berikut :
1. Buka menu Layout kemudian pilih Edit HTML.
2. Kasih tanda cek (centang) pada cekbox "expand widget template"
3. Cari kode berikut di Template blog kamu (tempatnya kira-kira pada 1/4 bagian bawah kode hmtl) :
baca lommmm
Galak-Galak Lon
Monday, November 24, 2008
Setelah sekian lama, akhirnya blog ini ganti template juga. Dari awal blog ni memang tidak pernah ganti template, paling cuma modifikasi dikit sana sini. Tapi sekarang, setelah menimbang2 dan melalui pemikiran yang panjang x lebar x tinggi, akhirnya diputuskan untuk mengubah template blog ini. Dan bagi yang berminat dengan template blog ini yang lama sekarang sudah bisa didownload. Silahkan DOWNLOAD DISINI untuk mendapatkan template lama blog ini. Tapi tentunya ada beberapa hal yang harus dimodifikasi
besok kunjung lagi, sekaring blom saya posting
ku coba buat readmore
besok kunjung lagi, sekaring blom saya posting
ku coba buat readmore
Tuesday, April 1, 2008
Bagi Anda yang pertama membeli
komputer yang telah terinstalasi
dengan Windows. Saat-saat pertama
menggunakan, Anda mungkin akan merasa
bingung, tidak mengerti suatu tombol berfungsi
untuk apa, bagaimana mengopi fi le
dan lain sebagainya. Namun, apabila Anda
memang tertarik untuk memahami lebih
lanjut, membaca satu buku dan disertai latihan
mungkin akan segera membantu Anda
untuk mampu menggunakan Microsoft
Windows. Apalagi, jika Anda menggunakan
Windows XP yang saat ini mudah untuk digunakan.
Bagi pengguna Mac OS, kesan sulit
menggunakan atau bingung mungkin juga
hanya terjadi di awal-awal penggunaan. Selanjutnya,
ketrampilan Anda menggunakan
sudah akan meliuk-liuk seperti kemampuan
window di Mac untuk meliuk-liuk laksana
penari berbakat.
Sekarang, bagaimana dengan Linux?
Mungkin lebih banyak pengguna yang akan
terbingung-bingung dengan di Linux di kali
pertama penggunaan dan terus terbingungbingung
sampai waktu yang cukup lama,
dibandingkan dengan yang hanya bingung
di awal. Apalagi jika kita bicara ini tahun
lalu, atau dua tahun lalu.
Pengguna Windows dengan mudah dapat
bertanya kepada teman-temannya yang
juga menggunakan Windows. Bagaimana
meng akses CDROM, bagaimana mengopi
fi le dari disket dan lain sebagainya dapat dengan
mudah terjawab. Dengan banyaknya
pengguna yang menggunakan setting default
Windows, maka langkah demi langkah
panduan akan dapat dilakukan dengan sangat
mudah. Hampir setiap komputer yang
menggunakan Windows akan memiliki cita
rasa penggunaan yang sama. Hal ini juga
terjadi pada sistem Mac, yang walaupun
secara komunitas lebih sedikit dan terbatas
dibandingkan dengan komunitas pengguna
Windows, kemudahan penggunaan dan
konsep aplikasi (seperti satu tempat untuk
tugas-tugas yang berhubungan) telah menjadinya
banyak penggunanya cukup belajar
dari buku atau sekedar menggunakan.
Linux agak sedikit repot. Pertama, ada
halangan dari sisi distro. Kita boleh saja bertanya
kepada rekan kita bagaimana caranya
menginstall program yang kita inginkan.
Dan, jawabannya bisa beragam.
Halangan kedua ada pada sisi desktop.
Kita bisa bertanya bagaimana cara mengopi
fi le, dan jawabannya pun bisa beragam.
Jangan lupakan juga Linux itu sendiri.
Pada awal-awalnya, setiap device harus selalu
di mount agar dapat digunakan. Hal ini
diperparah dengan mount point distro yang
bisa berbeda-beda untuk device yang sama.
Interface untuk mounting yang seragam
juga belum ada. Pengguna SUSE mungkin
tinggal klik pada icon fl oppy di desktop untuk
mengakses disket, namun, bagaimana
dengan pengguna distro lain yang tidak memiliki
fasilitas serupa?
Untuk mengerti Linux dan membuat kita
lebih mudah menggunakan Linux, mengerti
Linux itu sendiri adalah hal yang penting.
Oleh karena itu, kami mencoba menyajikan
beberapa pertanyaan dan jawaban tanpa istilah
teknis yang terlalu banyak, yang paling
sering diajukan oleh pengguna Linux baik
yang baru ataupun yang ingin mengetahui
Linux lebih dalam.
komputer yang telah terinstalasi
dengan Windows. Saat-saat pertama
menggunakan, Anda mungkin akan merasa
bingung, tidak mengerti suatu tombol berfungsi
untuk apa, bagaimana mengopi fi le
dan lain sebagainya. Namun, apabila Anda
memang tertarik untuk memahami lebih
lanjut, membaca satu buku dan disertai latihan
mungkin akan segera membantu Anda
untuk mampu menggunakan Microsoft
Windows. Apalagi, jika Anda menggunakan
Windows XP yang saat ini mudah untuk digunakan.
Bagi pengguna Mac OS, kesan sulit
menggunakan atau bingung mungkin juga
hanya terjadi di awal-awal penggunaan. Selanjutnya,
ketrampilan Anda menggunakan
sudah akan meliuk-liuk seperti kemampuan
window di Mac untuk meliuk-liuk laksana
penari berbakat.
Sekarang, bagaimana dengan Linux?
Mungkin lebih banyak pengguna yang akan
terbingung-bingung dengan di Linux di kali
pertama penggunaan dan terus terbingungbingung
sampai waktu yang cukup lama,
dibandingkan dengan yang hanya bingung
di awal. Apalagi jika kita bicara ini tahun
lalu, atau dua tahun lalu.
Pengguna Windows dengan mudah dapat
bertanya kepada teman-temannya yang
juga menggunakan Windows. Bagaimana
meng akses CDROM, bagaimana mengopi
fi le dari disket dan lain sebagainya dapat dengan
mudah terjawab. Dengan banyaknya
pengguna yang menggunakan setting default
Windows, maka langkah demi langkah
panduan akan dapat dilakukan dengan sangat
mudah. Hampir setiap komputer yang
menggunakan Windows akan memiliki cita
rasa penggunaan yang sama. Hal ini juga
terjadi pada sistem Mac, yang walaupun
secara komunitas lebih sedikit dan terbatas
dibandingkan dengan komunitas pengguna
Windows, kemudahan penggunaan dan
konsep aplikasi (seperti satu tempat untuk
tugas-tugas yang berhubungan) telah menjadinya
banyak penggunanya cukup belajar
dari buku atau sekedar menggunakan.
Linux agak sedikit repot. Pertama, ada
halangan dari sisi distro. Kita boleh saja bertanya
kepada rekan kita bagaimana caranya
menginstall program yang kita inginkan.
Dan, jawabannya bisa beragam.
Halangan kedua ada pada sisi desktop.
Kita bisa bertanya bagaimana cara mengopi
fi le, dan jawabannya pun bisa beragam.
Jangan lupakan juga Linux itu sendiri.
Pada awal-awalnya, setiap device harus selalu
di mount agar dapat digunakan. Hal ini
diperparah dengan mount point distro yang
bisa berbeda-beda untuk device yang sama.
Interface untuk mounting yang seragam
juga belum ada. Pengguna SUSE mungkin
tinggal klik pada icon fl oppy di desktop untuk
mengakses disket, namun, bagaimana
dengan pengguna distro lain yang tidak memiliki
fasilitas serupa?
Untuk mengerti Linux dan membuat kita
lebih mudah menggunakan Linux, mengerti
Linux itu sendiri adalah hal yang penting.
Oleh karena itu, kami mencoba menyajikan
beberapa pertanyaan dan jawaban tanpa istilah
teknis yang terlalu banyak, yang paling
sering diajukan oleh pengguna Linux baik
yang baru ataupun yang ingin mengetahui
Linux lebih dalam.
atau anda bisa langsung mendowload langsung di
Tentang Linux.pdf
Bagian ini berisikan beberapa pertanyaan
yang berhubungan dekat dengan sistem operasi.
Bagi Anda yang ingin sekedar menggunakan
Linux, beberapa pertanyaan berikut
ini mungkin akan kurang menarik bagi
Anda. Namun, beberapa pertanyaan berikut
ini juga akan membantu memahami Linux
secara umum.
Kenapa harus ada sistem operasi?
Setiap perangkat yang kita gunakan, mulai
dari komputer sampai cellular phone adalah
komponen elektronika yang memiliki fungsi
elektronis sendiri. Namun, semua hal tersebut
belum cukup karena belum bisa digunakan
secara langsung oleh user. Tidak
mungkin memrogram semua secara keras ke
dalam komponen elektronika karena akan
menjadi sangat mahal, kaku dan konyol.
Oleh karena itu, kita kemudian mengenal
konsep sistem operasi (sebuah program yang
dapat memahami dan mengelola perangkat
keras dan memiliki cara untuk berkomunikasi
dengan pengguna), yang salah satunya
bertujuan untuk menjembatani fungsi elektronis
pe rangkat keras dengan penggunanya.
Banyak fungsi pengelolaan kemudian diserahkan
kepada sistem operasi. Sistem operasi
juga menangani perluasan fungsi dari
suatu pe rangkat. Tanpa adanya sistem operasi,
dengan desain saat ini, komputer dan
cellular phone tentu hanya akan menjadi barang
elektronik yang tak memiliki fungsi.
Bagaimana hubungan Linux dengan
sistem operasi lain?
Linux adalah salah satu sistem operasi yang
menuruti standar POSIX (standar yang digunakan
oleh banyak sistem operasi). Oleh
karena itu, Linux bukanlah sistem operasi
aneh yang hidup di dunia sendiri. Dengan
implementasi Linux yang menuruti standar
tersebut, Anda yang bisa menggunakan
Linux akan dapat pula menggunakan ba nyak
sistem operasi lainnya. Linux juga dapat berjalan
pada banyak jenis perangkat (mulai
dari perangkat genggam sampai server).
Bagaimana kemampuan Linux dalam
menangani proses?
Pertama-tama, kita perlu memahami bahwa
penanganan proses adalah sesuatu yang
sa ngat penting bagi suatu sistem operasi.
Bahkan, seberapa suatu sistem operasi dapat
menangani proses dapat menyebabkan
sistem operasi tersebut naik kelas ke sistem
untuk enterprise turun kelas menjadi sistem
operasi rumahan. Linux sebelum versi 2.6
hanya mampu menangani PID sampai sekitar
32000. Untuk kebutuhan rumah atau
server kecil, ini sudah lebih dari cukup. Namun,
untuk kebutuhan enterprise, ini masih
jauh sekali. Kernel 2.6 kini datang dengan
dukungan PID sampai lebih dari 1 juta. Hal
ini setidaknya membantu Linux untuk mulai
memasuki dunia enterprise lebih serius lagi.
yang berhubungan dekat dengan sistem operasi.
Bagi Anda yang ingin sekedar menggunakan
Linux, beberapa pertanyaan berikut
ini mungkin akan kurang menarik bagi
Anda. Namun, beberapa pertanyaan berikut
ini juga akan membantu memahami Linux
secara umum.
Kenapa harus ada sistem operasi?
Setiap perangkat yang kita gunakan, mulai
dari komputer sampai cellular phone adalah
komponen elektronika yang memiliki fungsi
elektronis sendiri. Namun, semua hal tersebut
belum cukup karena belum bisa digunakan
secara langsung oleh user. Tidak
mungkin memrogram semua secara keras ke
dalam komponen elektronika karena akan
menjadi sangat mahal, kaku dan konyol.
Oleh karena itu, kita kemudian mengenal
konsep sistem operasi (sebuah program yang
dapat memahami dan mengelola perangkat
keras dan memiliki cara untuk berkomunikasi
dengan pengguna), yang salah satunya
bertujuan untuk menjembatani fungsi elektronis
pe rangkat keras dengan penggunanya.
Banyak fungsi pengelolaan kemudian diserahkan
kepada sistem operasi. Sistem operasi
juga menangani perluasan fungsi dari
suatu pe rangkat. Tanpa adanya sistem operasi,
dengan desain saat ini, komputer dan
cellular phone tentu hanya akan menjadi barang
elektronik yang tak memiliki fungsi.
Bagaimana hubungan Linux dengan
sistem operasi lain?
Linux adalah salah satu sistem operasi yang
menuruti standar POSIX (standar yang digunakan
oleh banyak sistem operasi). Oleh
karena itu, Linux bukanlah sistem operasi
aneh yang hidup di dunia sendiri. Dengan
implementasi Linux yang menuruti standar
tersebut, Anda yang bisa menggunakan
Linux akan dapat pula menggunakan ba nyak
sistem operasi lainnya. Linux juga dapat berjalan
pada banyak jenis perangkat (mulai
dari perangkat genggam sampai server).
Bagaimana kemampuan Linux dalam
menangani proses?
Pertama-tama, kita perlu memahami bahwa
penanganan proses adalah sesuatu yang
sa ngat penting bagi suatu sistem operasi.
Bahkan, seberapa suatu sistem operasi dapat
menangani proses dapat menyebabkan
sistem operasi tersebut naik kelas ke sistem
untuk enterprise turun kelas menjadi sistem
operasi rumahan. Linux sebelum versi 2.6
hanya mampu menangani PID sampai sekitar
32000. Untuk kebutuhan rumah atau
server kecil, ini sudah lebih dari cukup. Namun,
untuk kebutuhan enterprise, ini masih
jauh sekali. Kernel 2.6 kini datang dengan
dukungan PID sampai lebih dari 1 juta. Hal
ini setidaknya membantu Linux untuk mulai
memasuki dunia enterprise lebih serius lagi.
Subscribe to:
Posts (Atom)